Sabtu, 18 Oktober 2014

yakin akan kehebatan diri

hy semua....
hari mungkin terasa berat jika di malam hari sebelum tidur, kita berfikir bahwa esok adalah hari yang berat. tapi seorang muslim selalu yakin bahwa hari esok adalah hari yang indah meskipun didepannya ada rintangan yang siap menghadang.
mungkin memang aku bukanlah orang yang terkenal di dunia ini, tapi bukan berarti aku tak bisa berbuat banyak terhadap dunia ini, benar bukan??
dengan aku menjadi seorang yang selalu berbuat baik pada orang atau tidak menyakiti hati mereka, menjaga lingkungan, meneguhkan agama. itu menutrutku sudah merupakan suatu hal yang bermanfaat.
aku bukan berasal dari orang yang hidup dengan kemewahan tapi aku hanya berasal dari keluarga yang sederhana tapi alhamdulillah hidupku tak serumit orang - orang kaya, karena aku tau apa yang bisa membuat kita tenang itu adalah segala kebutuhan terpenuhi meskipun berkecukupan, tapi banyak orang yang hidup dengan kemewahan tapi kebutuhannya tak pernah tercukupi. jadi bersyukurlah dengan kehidupan mu. mungkin kalian adalah orang - orang yang lebih beruntung dari pada aku tapi bukan berarti kalian bisa menyombongkan diri akan tetapi bersyukurlah...
perubahan besar itu bukanlah dari kalangan mana, derajat mana, atupun siapa. tapi orang yang melakukan perubahan besar itu jika seorang muslim berubah pada hal yang lebih baik pada setiap harinya dengan banyak orang disampingnya, dan mereka saling bergadengan dan tak melepaskan satu sama lain. itulah pendapatku.
kita ini adalah orang - orang hebat, aku yakin itu karena jika bukan diri kita sendiri yang yakin bahwa kita orang hebat lalu siapa lagi yang akan percaya... tapi bukan berarti kita menyombongkan diri tapi kita mencari keyakinan untuk menjadi orang hebat.
saat kita yakin pagi ini adalah hari yang baik maka hari itu akan menjadi hari yang baik begitulah mnrutku

Sabtu, 27 September 2014

cerita si dedew

sebelumnya kita perkenalkan dulu para tokoh dalam cerpen kocak ini
AYAH IRHAM
IBU LUTHFI
  DEA
NURUL ILMI

RANI ANIDA NURUL


Dea adalah anak yang awalnnya dipiceun di tong sampah terdekat, karena dia anak bungsu, ibu Luthfi membuangnya karena Rani anak ke 2 ibu Luthfi tidak ingin mempunyai adik, jadi weh dea dipiceun. Bertahun tahun dea menjadi pembokat di rumah nurul ilmi mengasuh anak bungsunya yang bernama Anida nurul, rasa perih, gaji kurang, makan oge jarang, tapi anehnya dia tetap sehat. mungkin karena ia terlalu sabar, tapi setelah beberapa tahun, ibu Luthfi dan bapak Irham sadar bahwa si bungsu adalah anugerah dari allah SWT. Jadi weh disusul ke tong sampah terdekat, tapi pas kesana udah gak ada.
" Ayah, apakah si bungsu sudah ada di gorong gorong ?" tanya bu Luthfi
" Mungkin bu, pantesan akhir akhir ini sering banjir " jawab ayah

Bersambung...