aku memiliki sesuatu yang sangat... yah.. bisa dibilang masalah yang masih mengalir hingga saat ini. ini mengenai cara berbicara, kadang cara berbicaraku menyakitkan, itu tanpa aku sadari, dulu aku masa bodo.. yang penting aku seneng tapi sekarang aku berfikir bahwa yang membuat orang semakin terpeleset itu karena mulutnya, disitu aku mulali berfikir untuk berubah karena aku takut dan malu pada allah. aku mengidolakan rasul, dia sangat ramah selalu menjaga bicaranya, dan hanya berbicara ketika memang harus berbicara.
pernah, di pengajian ada seorang ustadz berbicara begini " orang yang banyak bicara itu kebanyakaan banyak salah ", dari situ aku mulai berfikir, pantas saja rasulullah dijamin masuk surga dan banyak disukai orang, ia jarang berbicara, apa yang dikatakan rasulullah hanyalah kata kata bijak dan rata rata adalah wahyu dari allah, jadi kenapa rasulullah yang sudah di jamin masuk surga, selalu menjaga perkataannya tapi kita yang hanya manusia biasa banyak sekali bualannya. selain itu yang banyak orang yang terjerumus masuk neraka padahal ibadah seperti shaum, shalat, dll sangat rajin tapi karena perkataannya ia masuk ke dalam neraka.
nanti di akhirat kelak ada segerombolan perempuan yang dimana mereka rajin shalat, shaum dan yang lainnya hingga pahalanya itu sebesar gunung gunung tapi kemudian semuanya berubah menjadi sebutir debu lalu kemudian masuk neraka. nah... kenapa demikian karena mereka banyak melakukan kesalah terhadap orang lain seperrti ghibah, dan menyakit perasaan orang lain.dengan demikian kita harus menjaga sebuah perkataan agar tidak terjerumus kedalam api neraka, seperti yang kita tahu bahwa jika kita membicarakan ornag lain sama halnya kita memakai bangkai saudara kita sendiri, apalagi bagi orang yang shaum, dia menahan dari makan dan minum tapi membicarakan saudaranya sendiri mengenai keburukannya itu sama artinya iiya tidak menahan diri dari makan dan minuman karena telah memakan bangkai saudaranya sendiri yang menjijikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)
pernah salah seorang ahli agama berkata bahwa orang yang selalu menjawab setiap pertanyaan adalah orang gila, mengapa demikian, karena tidak ada satupun manusia yang ahli dalam berbagai bidang, karena setiap orang itu memiliki keahlian masing masing.
disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita harus menjaga setiap perkataan agar selamat...
taubat taubat...
dan teman teman pastii tau kalau imam ghazali pernah berkata bahwa yang paling tajam di dunia ni bukanlah pisau tapi lidah soalnya kalau lidah itu di keluarin doank pas ada yang lewat, pasti orang yang lewat itu marah atau kesel, kayak gini nih

bikin keselkan kalo di gituin
selain itu kalau dipukul itu pasti bisa hilang coba kalau hati yang luka, pasti akan menmbekas
mengingatkan pun ada etikanya, meskipun benar tapi kadanng menyakitkan dan membuat sakit hati...
jadi harus tau caranya OKK
selain itu teman teman bisa belajar menjga hati dengan membaca artikel menjaga hati
0 komentar:
Posting Komentar