Disini aku mengalami suatu yang sebenarnya teramat menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi hal ini sudah terjadi, sekarang aku harus menjalaninya dengan lapang.
aku punya banyak teman disini tapi aku belum menemukan seorang teman yang bisa ku jadikan sebagai teman sharing karena pemikiran yang berbeda. dari kecil aku sudah memiliki sahabat bernama wafa dan renfa dan sampai sekarang mereka masih tetap menjadi sahabatku, renfa sekarang ada di lampung, aku ada di kota tasik dan hanya pulang 3 bulan sekali, sedangkan wafa ia tetap ada di rumah lebih tepatnya pagerageung, ia sekolah dikampung halamannya tanpa merantau seperti kami berdua, kami menjaga persahabatan kami hingga sekarang, meskipun aku jauh dengan mereka tapi persahabatan kami akan melekat sampai kapan pun. di tsanawiyah aku menemukan sahabat baru, aku baru bersahabat dengannya di kelas 3 tsanawiyah tapi sampai sekarang aku dan dia masih tetap menjaga persahabatan kami, dia bernama irma, aku ingat sbelum kami tidur pasti selalu cerita yang kami ceritakan dahulu tapi cerita itu selalu mengandung manfaat. kalau kita berantem atau marahan, kita selalu mengirim surat permintaan maaf yang di simpan di bawah bantal. dan sahabatku pun berpesan tentang wanita, pesan itu aku gunakan hingga akhirnya aku memiliki prinsip " aku harus mengusahakan agar tidak ada perasaan suka terhadap lawan jenis atau pacaran sebelum menikah " dan alhamdulillah aku tetap menjaga prinsip itu walaupun aku pernah dikatakan tidak normal, aku berbuat seperti ini pun dengan perjuangan dalam menjaga hati. itulah sahabatku bernama irma.
Sekarang aku belum menemukan lagi teman yang bisa ku jadikan sahabat, karena aku termasuk orang yang sangat selektif dalam mencari sahabat. hal ini ku lakukan karena aku selalu menjaga sesuatu yang sudah ada dalam genggamanku, termasuk persahabatan.
Sabtu, 20 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar